STAF GUBERNUR BERGERAK KE CILILIN BANDUNG BARAT | BANTUAN MENGALIR

KABUPATEN BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan jajaran stafnya menunjukkan respons cepat terhadap berbagai bencana alam yang melanda kawasan Bandung Raya dan sekitarnya. Tim staf Gubernur bergerak menembus akses yang terisolasi di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, untuk menyalurkan bantuan dan mengidentifikasi masalah struktural.

Pergerakan serentak ini bertujuan memastikan bantuan logistik dan kebijakan mitigasi jangka panjang tersampaikan langsung kepada warga terdampak longsor, banjir bandang, dan kerusakan akibat angin kencang.

Janji Sertifikasi Tanah

Di Desa Ranca Senggang, Kampung Bojongloa, Staf Gubernur meninjau langsung satu unit rumah panggung yang dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) atau enam jiwa yang rusak akibat terpaan angin dan hujan deras. Meskipun rumah tidak ambruk rata, demi keselamatan, bangunan itu terpaksa dievakuasi dan dirubuhkan sebagian setelah kejadian pada pukul 10 malam.

Merespons kondisi ini, staf Gubernur menjanjikan bantuan perbaikan dan menegaskan komitmennya untuk membantu pengurusan legalitas tanah bagi korban.

“Kami akan usahakan (bantuan) sertifikatnya. Apakah memiliki bukti seperti SPPT, kikitir (surat tanah lama)?” tanya Staf Gubernur kepada korban.

Staf Gubernur juga meninjau rumah warga yang berada di tepi tebing curam (digawir/lampin). Meskipun keluarga tersebut telah tinggal dengan aman selama 25 tahun, getaran (ngarieg) yang dirasakan saat hujan deras memaksa mereka mengungsi ke rumah kerabat, menunjukkan perlunya relokasi dari area rawan.

MA Darussyifa Terendam Lumpur, Siswa Lakukan Kerja Bakti

Dampak bencana juga melanda fasilitas pendidikan di dekat kawasan tersebut. Madrasah Aliyah (MA) Darussyifa di Desa Buninagara kebanjiran lumpur dan air yang memenuhi dua ruang kelas setelah terjadi longsor kecil di lapangan desa pada hari Kamis pukul 11 siang.

Longsoran berasal dari lapangan desa yang merupakan tanah khas desa, yang airnya langsung masuk ke area sekolah. Namun, berkat kesigapan pihak sekolah dan siswa, kegiatan belajar mengajar tidak terganggu lama.

“Hari Jumat dan Sabtu langsung dibersihkan oleh anak-anak (siswa) dan warga. Untuk diagendakan bersih-bersih supaya Seninnya bisa masuk belajar seperti biasa,” jelas seorang staf MA Darussyifa di lokasi.

Cililin Terisolasi: Jalan Amblas dan Bencana Rutin

Sementara itu, tim staf Gubernur bergerak menuju Kabupaten Bandung Barat, tepatnya ke Desa Mukapayung, Kampung Curugan, Cililin, yang terhantam banjir bandang. Akses menuju lokasi bencana dilaporkan sangat sulit, dengan jalan yang rusak, amblas, dan terjadi abrasi di empat titik jalan kabupaten.

Kondisi jalan yang putus dan terisolasi ini menghambat mobilisasi alat berat, sehingga penanganan awal dilakukan secara manual oleh masyarakat.

Kepala Desa Mukapayung melaporkan bahwa total terdapat 40 KK yang terdampak di wilayahnya, terdiri dari 19 KK rumah rusak/retak akibat longsor dan 21 KK lahan pertanian (sawah dan kebun) yang hancur. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan warga yang terdampak diungsikan ke rumah kerabat terdekat.

Tim KDM menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus bagi warga yang bertahan dan berkoordinasi dengan Kades untuk memastikan semua warga mendapatkan haknya.

Ancaman Hulu Sungai dan Praktik Pertanian

Banjir bandang di Cililin disebut warga sebagai fenomena yang sudah rutin terjadi (rutin), namun dengan magnitude yang kali ini jauh lebih besar (enggak segede ini) dibandingkan 5-6 tahun sebelumnya.

Kades setempat menjelaskan bahwa Desa Mukapayung adalah daerah hilir (terakhir) dari Sungai Cibitung, yang hulunya berada di kawasan pegunungan Puncak Sukamulya. Permasalahan utama disinyalir terletak pada praktik pertanian di daerah hulu.

“Kebanyakan mungkin sayuran. Masalahnya itu mindset masyarakat itu kan yang penting menanam pohon, padahal tidak semua pohon itu bisa mengikat air. Yang penting hijau aja atasnya padahal akarnya kan enggak kuat,” ujar Kepala Desa Mukapayung, menyoroti praktik penanaman sayuran di perbukitan yang tidak memiliki akar kuat untuk menahan air.

Bantuan logistik dari BPBD dilaporkan telah didistribusikan pada hari yang sama, dan Kades memastikan pihaknya siap siaga menginstruksikan evakuasi mandiri segera setelah terjadi hujan lebat.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=yIvNeu0R5IQ