KUNJUNGI DAERAH BANJIR DI BANDUNG | INI SOLUSI KDM AGAR PENDERITAAN BERAKHIR

Kang Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas saat mengunjungi langsung lokasi bencana banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Kunjungan ini mengungkap akar permasalahan banjir tahunan di daerah tersebut, sekaligus menghasilkan solusi cepat dan jangka panjang untuk mengakhiri penderitaan warga.

KDM menegaskan bahwa banjir yang terjadi adalah hasil dari kombinasi buruk antara rusaknya tata ruang, kenaikan air Sungai Citarum, dan masalah sampah yang masif.

Penyebab Utama yang Diidentifikasi:

* Alih Fungsi Lahan: Banyak rawa, sawah, dan daerah hijau terbuka yang berubah menjadi kawasan perumahan, yang menghilangkan fungsi alami penampung air. KDM secara tegas menyebutkan bahwa daerah yang seharusnya menjadi tempat air kini diuruk menjadi perumahan, sehingga air mencari kembali ‘rumahnya’ saat musim hujan tiba.
* Sampah Kiriman: Tumpukan sampah yang sangat besar, berasal dari masyarakat Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, menyumbat aliran sungai dan kolam retensi.
* Kerusakan Hulu: Perubahan kawasan hulu menjadi kebun sayur yang menggunakan plastik mempercepat aliran air langsung turun ke dataran rendah tanpa penyerapan.

Solusi Cepat dan Jangka Panjang KDM:

1. Relokasi Mendesak dan Bantuan Kontrakan: KDM menginstruksikan pendataan segera terhadap setidaknya 350 hingga 400 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di bantaran sungai dan merupakan pelanggan banjir. Setiap KK akan disiapkan dana sebesar Rp10 juta untuk biaya mengontrak di tempat yang lebih aman sambil menunggu proses relokasi permanen.
2. Tindakan Tata Ruang Tegas: KDM menyerukan penghentian total izin pembangunan perumahan baru di lahan rawan banjir. Ia mendesak pemerintah terkait (Bupati Bandung, Walikota Bandung, Walikota Cimahi, dan Bupati Sumedang) untuk segera berkoordinasi dan mengambil tindakan nyata dalam membenahi tata ruang, bukan hanya wacana.
3. Normalisasi dan Pembersihan: KDM memerintahkan pembersihan total terhadap tumpukan sampah di kolam retensi dan sungai menggunakan alat yang sesuai, serta pembongkaran warung liar dan bangunan ilegal lainnya yang berdiri di atas area yang seharusnya menjadi jalur air.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi korban jiwa dan kerugian materi akibat banjir yang rutin terjadi. Kang Dedi Mulyadi menekankan bahwa masalah banjir di Bandung adalah bencana buatan manusia akibat perencanaan yang salah dan ketidakdisiplinan warga. Proses pendataan dan penyaluran dana awal dijanjikan akan diproses sesegera.

sumber : https://youtu.be/QlYml8BG9L0?si=9xutaYhAvbalHPcp