STAF GUBERNUR JABAR TEMUI KORBAN BANJIR | KINI TEMUI KORBAN BANJIR KARANGLIGAR KARAWANG
KARAWANG – Merespons bencana banjir tahunan yang melanda kawasan Bandung Raya dan sekitarnya, Gubernur Jawa Barat (KDM) kembali mengerahkan tim khusus dari stafnya untuk terjun langsung ke lokasi terdampak. Kali ini, tim menargetkan Kampung Kampek, Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, yang dikenal sebagai daerah langganan banjir yang bisa berlangsung hingga satu bulan penuh.
Dalam kunjungannya, tim Staf Gubernur Jabar menyalurkan bantuan logistik dan makanan bagi 1.326 jiwa yang terdampak. Kunjungan ini sekaligus menyoroti akar masalah banjir, yaitu pertemuan Sungai Citarum dan Cibeet (CBS), serta mendengarkan langsung tuntutan warga mengenai normalisasi sungai.
Karangligar Terendam, 1.326 Jiwa Terdampak
Tim Staf Gubernur tiba di Desa Karang Ligar, Kampung Kampek, yang airnya masih terpantau tinggi, mencapai setinggi perut orang dewasa bahkan lebih. Kondisi ini memaksa tim harus berjalan kaki dari ujung jalan yang tidak bisa diakses mobil.
Berdasarkan data yang dilaporkan staf di lokasi, total masyarakat yang terdampak bencana di kawasan ini mencapai 1.326 jiwa dari 452 Kepala Keluarga (KK), dengan 345 rumah yang terendam banjir.
Karang Ligar dikenal sebagai salah satu titik banjir terparah di Jabar karena merupakan kawasan pertemuan Sungai Citarum dan Cibeet, membuat air sulit surut.
“Yang lain sudah surut, di sini sampai sebulan, sebulan baru bisa surut. Di sini pertemuan antara Citarum (dan) Cibeet” jelas seorang warga di lokasi.
Di beberapa titik, air dilaporkan bisa mencapai ketinggian ekstrem hingga 4 meter.
Tuntutan Normalisasi dan Isu Pengambilan Sempadan Sungai
Saat menyalurkan bantuan, tim Staf Gubernur menerima pesan mendesak dari seorang warga mengenai perlunya intervensi cepat dari Pemprov Jabar terkait normalisasi sungai.
Warga tersebut secara spesifik meminta Gubernur Dedi Mulyadi untuk segera menormalisasi Kali Kedungurang yang berada di belakang Perumahan Resinda.
“Tolong sampaikan ke Pak Gubernur Jawa Barat untuk segera menormalisasi Kali Kedungurang di belakang Resinda, karena ketika memang ini tidak dinormalisasi secepatnya ini bisa nyampai satu bulan, Pak,” tegas warga tersebut.
Warga tersebut juga menduga bahwa Perumahan Resinda telah mengambil sempadan sungai di Kali Kedungurang, yang turut memperparah kondisi banjir yang berkepanjangan.
Model Mitigasi “Rumah Panggung” Jadi Sorotan
Di tengah bencana, tim KDM menyoroti keberhasilan program rumah panggung yang digagas Gubernur sebagai model mitigasi bencana yang efektif. Beberapa rumah warga yang sudah mengimplementasikan desain panggung terlihat aman dari genangan, memungkinkan penghuni tetap beraktivitas di lantai atas meskipun kolong rumah terendam air.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Kokem Komariah, menyampaikan rasa terima kasihnya langsung di depan kamera kepada Gubernur.
“Saya Kokom Komariah yang kemarin minta rumah panggung, alhamdulillah sekarang sudah terealisasi. Terima kasih Bapak Gubernur, Bapak KDM yang baik hati. Pokoknya sing mantap, pokoknya mah ya Pak, sehat terus, panjang umur,” ujar Ibu Kokom.
Model rumah panggung ini, dengan kolong rumah yang bisa digunakan untuk kegiatan saat tidak banjir, dinilai menjadi solusi cerdas bagi kawasan yang sudah dipastikan menjadi langganan bencana air tahunan.
Respons Cepat Pemerintah Provinsi dan Bantuan Kesehatan
Dalam laporan penutup, staf Pemprov Jabar menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah tindak lanjut dari arahan Gubernur. Bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap saji dan logistik.
Menanggapi kondisi kesehatan warga, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat segera memerintahkan pengiriman bantuan tambahan:
– Bantuan Dinsos: Logistik senilai kurang lebih Rp 230 juta akan dikirimkan oleh Dinas Sosial.
– Tim Kesehatan: Dinas Kesehatan akan mengirimkan obat-obatan dan tim medis karena banyak masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, khususnya penyakit kulit seperti gatal-gatal.
sumber : https://www.youtube.com/watch?v=8O__7vLa4mk



