Rizki Pergi Ke Kamboja Tanpa Ortu | Kerja Jadi Perayu Dan Penipu Cowok Indonesia Di Medsos
Seorang pemuda asal Jawa Barat bernama Rizki (18) telah dipulangkan ke Indonesia setelah terperangkap dalam sindikat penipuan daring (scamming) internasional di Kamboja. Rizki mengaku direkrut melalui media sosial Facebook dengan iming-iming lowongan kerja, yang awalnya ia yakini sebagai peluang untuk berkarir di bidang olahraga.
Setibanya di Kamboja, alih-alih menjadi atlet atau pekerja profesional, Rizki dipaksa bekerja sebagai penipu daring selama 16 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Modus Operandi Sindikat Penipuan
Dalam wawancara dengan Kang Dedi Mulyadi, Rizki mengungkapkan tugasnya adalah menyamar sebagai seorang wanita untuk merayu dan memeras laki-laki Indonesia melalui media sosial. Setelah berhasil menarik korban, prosesnya melibatkan pengiriman video dan foto-foto sensitif, yang kemudian dilanjutkan dengan ancaman.
Korban (laki-laki Indonesia) akan diancam foto atau video pribadinya akan disebarkan kepada istri mereka jika tidak segera mengirimkan uang. Rizki mengaku menjalankan praktik kejahatan ini sepenuhnya dalam bahasa Indonesia, dengan target utama adalah sesama warga negara Indonesia.
Kondisi Kerja dan Hukuman Fisik
Rizki menjelaskan bahwa lingkungan kerjanya sangat ketat dan tanpa ampun. Ia harus bekerja tanpa libur dan diwajibkan memenuhi target harian untuk mendapatkan sejumlah kontak korban baru. Jika gagal mencapai target, ia akan dihukum fisik berupa push-up dan squat oleh pengawas, yang ironisnya juga merupakan warga negara Indonesia.
Pemulangan Setelah Tiga Minggu
Setelah terjebak selama tiga minggu, Rizki sempat membuat video pengakuan yang viral di media sosial. Pihak perusahaan dilaporkan sempat mengancam keluarganya agar membayar tebusan sebesar Rp25 juta agar Rizki bisa dibebaskan.
Berkat adanya laporan dan koordinasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja dan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), Rizki akhirnya berhasil keluar dari tempat kerjanya dan tiba di KBRI. Ia kemudian dipulangkan ke tanah air dan diserahkan kembali kepada keluarganya.
Kang Dedi Mulyadi, yang turut membantu dalam proses pemulangan ini, mengimbau masyarakat, khususnya di Jawa Barat, untuk berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri tanpa melalui prosedur keimigrasian yang resmi dan jelas.
sumber : https://www.youtube.com/watch?v=5oy_avaMmKs



