Kasus Argi Berujung Damai, Dua Pihak Pelaku Minta Maaf dan Usulkan Rehabilitasi Nama Baik Karyawan PT KAI

Bandung — Dua individu yang terlibat dalam kontroversi publik terkait pernyataan terhadap saudara Argi akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Melalui sebuah pernyataan resmi berbentuk video, keduanya, mengaku bernama Alvin dan Anita, meminta maaf kepada Argi dan pihak lain yang terkena dampak dari tindakan mereka.

“Kami berdua ingin meminta permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua,” ujar Alvin dalam rekaman tersebut.

Anita menambahkan bahwa mereka menyadari kesalahan dalam menyikapi persoalan yang terjadi.
“Cara kami menyikapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai banyak perasaan orang-orang di luar sana. Dari kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kami agar lebih berhati-hati lagi ke depannya,” ucapnya.

Kontroversi tersebut sebelumnya mendapat perhatian publik hingga melibatkan PT KAI sebagai institusi terkait. Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi memberikan apresiasi kepada PT KAI yang dinilai profesional dalam menangani persoalan tersebut.

“Kita melihat bahwa PT KAI ini sangat profesional dalam menangani berbagai masalah. Dia sangat mengutamakan layanan terhadap para pelanggannya dan para penumpangnya,” ujarnya.

Ia juga memberikan usulan terkait pemulihan nama baik salah satu karyawan PT KAI yang sebelumnya terdampak oleh persoalan ini.
“Kayaknya karyawannya boleh dong dipekerjakan kembali dan namanya sudah terhabilitir dengan pernyataan orang yang merasa dirugikan saat ini,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menutup dengan ajakan agar semua pihak tetap menjunjung profesionalisme, serta memiliki rasa empati dan tenggang rasa dalam bermasyarakat.

“Mari kita menjunjung semangat profesionalisme dan tetap memiliki empati dan tenggang rasa. Salam untuk semuanya,” tutupnya.

Dengan permintaan maaf terbuka ini, publik berharap agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai, serta menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak terkait dalam bersikap di ruang publik, terutama pada platform digital.

sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7577553500360592658