Gubernur Jawa Barat Tegaskan Transparansi Keuangan Daerah Menjelang Paparan ke Kemendagri dan BI

Menjelang paparan pengelolaan keuangan daerah ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Indonesia (BI), Gubernur Jawa Barat menegaskan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam laporan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Gubernur secara langsung meminta klarifikasi terkait jumlah dana kas daerah yang tersimpan di bank.

Gubernur menyampaikan bahwa berdasarkan paparan Menteri Keuangan pada 17 Oktober, yang merujuk pada data Bank Indonesia per 15 Oktober, disebutkan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat masih memiliki dana sebesar Rp4,1 triliun. Dana tersebut dilaporkan tersimpan dalam bentuk giro dan deposito di perbankan.

Menanggapi hal itu, Gubernur menanyakan langsung kepada Sekda mengenai posisi riil kas daerah per 15 Oktober. Sekda menjawab bahwa dana kas daerah Jawa Barat berjumlah Rp2,62 triliun dan seluruhnya tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang ditempatkan di Bank BJB (Bank Jabar Banten).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memastikan apakah terdapat penyimpanan dana di bank lain di luar Bank Jabar. Sekda dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada dana yang disimpan di bank selain Bank Jabar. Semua dana milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat disimpan sepenuhnya di Bank Jabar.

Gubernur kemudian menegaskan bahwa apabila nantinya hasil klarifikasi di Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada 15 Oktober masih terdapat dana sebesar Rp4,1 triliun, maka berarti Sekda telah memberikan informasi yang tidak benar.

“Berarti Bapak berbohong kepada saya, dan konsekuensinya Bapak juga berbohong kepada rakyat Jawa Barat,” ujar Gubernur dengan tegas.

Gubernur menambahkan bahwa jika terbukti tidak jujur, maka konsekuensinya adalah pemberhentian dari jabatan. Menanggapi pernyataan tersebut, Sekda menyampaikan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas pernyataannya.

“Sebelum Bapak berhentikan saya, saya siap mengundurkan diri, Pak,” ujar Sekda dengan mantap.

Gubernur kemudian menegaskan bahwa sikap tersebut menunjukkan komitmen seorang pejabat yang kesatria dan bertanggung jawab terhadap ucapannya.

 

@dedimulyadiofficialBagi ksatria sejati, setiap ucapan adalah tanggung jawab

♬ suara asli – KANG DEDI MULYADI