RESMIKAN BANK SAMPAH | KDM KAGUMI KEGIGIHAN MAK SITI FATINAH



Dalam acara peresmian bank sampah dan fasilitas daur ulang di Kabupaten Bekasi, Kang Dedi berdialog dengan Mak Siti Fatinah, seorang warga Bekasi asal Kuningan yang menjadi penggerak komunitas Bank Sampah di lingkungannya. Ia tinggal di rumah sederhana tipe 36 bersama enam orang anggota keluarga, termasuk dua anak yatim piatu yang diasuhnya.

Mak Siti menjelaskan bahwa komunitasnya aktif mengajak warga memilah sampah rumah tangga. Dari total 900 kepala keluarga (KK) di wilayahnya, sekitar 70% sudah menerapkan pemilahan sampah.

Setiap bulan, warga membayar iuran kebersihan Rp 50.000, yang sudah termasuk biaya keamanan dan kas RT. Sampah plastik yang terkumpul dijual ke bank sampah, lalu disalurkan ke pengepul untuk didaur ulang.

Kang Dedi memberikan bantuan modal kerja dan pembangunan pagar bagi bank sampah tersebut, sekaligus memberikan semangat agar gerakan ini terus berlanjut.

Mak Siti berharap dukungan ini dapat membuat program “Ki Dalang” (Kampung Daur Ulang) di lingkungannya semakin berkembang.

Kunjungan ke Workshop Daur Ulang dan Produk Kreatif

Setelah acara peresmian, Gubernur meninjau workshop pengolahan sampah yang mengubah limbah plastik menjadi bahan bernilai ekonomi, seperti biji plastik hasil cacahan botol yang dijual ke pabrik.

Selain itu, komunitas juga memproduksi produk kreatif ramah lingkungan, seperti:

* Gaun dari kain perca menggunakan teknik ecoprint (memanfaatkan daun fermentasi),
* Tas belanja dari plastik daur ulang,
* Sabun dan hand sanitizer hasil olahan bahan bekas yang aman digunakan.

Untuk memperluas manfaatnya, Kang Dedi menginstruksikan agar produk daur ulang mendapatkan dukungan pasar, antara lain:

* Kerja sama dengan minimarket agar menyediakan tas belanja hasil daur ulang plastik,
* Dinas Pertanian agar membeli pupuk kompos hasil daur ulang untuk didistribusikan kepada petani,
* Pemerintah daerah agar membeli sabun hasil daur ulang untuk dibagikan ke anak-anak sekolah.

Gerakan Nyata Menuju Bekasi yang Bersih dan Mandiri

Melalui kegiatan ini, Gubernur Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kebersihan yang berkelanjutan.
“Pemeliharaan lingkungan bukan hanya soal sampah, tapi soal martabat. Daerah yang bersih menunjukkan rakyatnya beradab,” tutup Kang Dedi.

Peresmian bank sampah ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Bekasi yang bersih, tertib, dan sejahtera, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial masyarakat Jawa Barat.