KDM Beri Peringatan untuk ASN Malas
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan langkah tegas untuk menertibkan aparatur sipil negara (ASN) yang malas bekerja. Ia menyatakan ASN dengan tingkat kehadiran rendah dan kinerja buruk akan diumumkan secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.
Rencana tersebut ia sampaikan usai menghadiri acara “Abdi Nagri Menyulam Hari Tahun 2025” di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, belum lama ini. Dedi menegaskan, setiap bulan pihaknya akan mengumumkan nama-nama ASN “paling malas” berdasarkan data absensi dan kinerja dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“ASN yang malas, kinerjanya jelek, tingkat kehadiran rendah, akan diumumkan di media sosial saya. Nama, foto, bahkan alamatnya akan dipampang supaya jadi pelajaran,” ujar Dedi.
Sebagai informasi, Dedi memang aktif di berbagai platform digital seperti TikTok, YouTube, dan Instagram dengan jutaan pengikut. Ia menilai hukuman sosial tersebut pantas diberikan mengingat ASN digaji dari uang rakyat dan dituntut menghasilkan kinerja nyata.
“Kalau sudah digaji tapi tidak ada produk kerjanya, itu buat apa? Pegawai harus bisa membuktikan kontribusinya,” tegasnya.
Selain pemberian sanksi sosial, Dedi juga mengungkap rencana redistribusi pegawai di lingkungan Pemprov Jabar. Menurutnya, tidak semua pegawai dibutuhkan di kantor OPD tertentu. Karena itu, mulai 1 November 2025, sebagian ASN akan ditempatkan di sekolah-sekolah untuk membantu tenaga administrasi.
Dedi menambahkan, aturan disiplin ASN sebenarnya sudah berjalan. Bahkan hingga kini, tercatat ada 20 ASN yang diberhentikan karena pelanggaran berat. “Sudah ada yang diberhentikan, tapi tidak saya umumkan. Kalau nanti sistem baru ini berlaku, semuanya akan terbuka,” katanya.
Meski membawa “angin kencang” berupa aturan tegas, Dedi menegaskan dirinya tidak akan memangkas tunjangan kinerja ASN. Pernyataan tersebut disambut riuh tepuk tangan ribuan ASN yang hadir di Sabuga.



