TERNYATA SHIFA GADIS YATIM PIATU | TUMBUH DALAM KEPRIHATINAN DIBANTU KEDUA KAKAKNYA

Subang – Di balik senyum ceria seorang gadis bernama Syifa yang bekerja sebagai SPG (Sales Promotion Girl) di Soreang, tersimpan kisah hidup yang penuh perjuangan. Syifa, yang kini berusia 19 tahun, ternyata adalah seorang yatim piatu yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil. Di tengah keprihatinan, ia tumbuh menjadi sosok yang kuat dan mandiri, berkat bantuan dan dukungan dari kedua kakaknya.

Ayah Syifa meninggal dunia saat ia masih duduk di kelas 6 SD. Setelah kepergian ayahnya, sang ibu yang saat itu berusia 35 tahun jatuh sakit akibat komplikasi rematik dan darah tinggi. Sejak saat itu, Syifa diasuh oleh kakak keduanya yang bekerja sebagai barista di sebuah kafe untuk menopang kehidupan keluarga. Sang ibu juga membantu dengan mengambil pekerjaan menjahit untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Cobaan kembali datang saat Syifa berada di bangku kelas 1 SMK. Sang ibu juga menyusul ayahnya, meninggal dunia. Sejak saat itu, Syifa menjadi seorang yatim piatu. Namun, sang kakak, Ari Sobari, dengan tulus melanjutkan perannya sebagai tulang punggung keluarga. Ia bekerja sebagai sopir anggota dewan di Bandung, dan dari penghasilan itulah Syifa dapat melanjutkan hidup dan pendidikannya.

Syifa menceritakan bahwa kakaknya menikah pada tahun 2023, namun sang kakak tetap memberikan dukungan finansial untuknya. Hal ini terkadang membuat sang kakak ipar merasa cemberut. Di tengah kondisi ini, Syifa tidak menyerah. Ia menyelesaikan pendidikannya di SMK pada tahun 2024 dan kini bekerja sebagai SPG dengan gaji Rp2 juta per bulan. Baginya, gaji tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Ketika ditanya mengenai sikapnya, Syifa dengan6 bijak menjawab bahwa ia sudah berdamai dengan keadaan. Ia tidak lagi meratapi nasibnya sebagai seorang yatim piatu. Syifa, yang tumbuh dalam keprihatinan, justru memiliki semangat yang membara untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Syifa memiliki impian besar, yaitu melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas dengan mengambil jurusan akuntansi. Ia berharap suatu saat nanti bisa menjadi seorang sarjana. Syifa ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih impian.

Dalam hati kecilnya, Syifa memiliki satu tujuan mulia. Ia berjanji, jika suatu saat ia sudah sukses, orang pertama yang akan ia balas budinya adalah sang kakak, Ari Sobari. Janji ini menunjukkan betapa besar rasa terima kasih dan sayangnya kepada sang kakak yang telah berkorban demi dirinya.

_

  • Syifa Gadis Yatim Piatu: Ayah Syifa meninggal saat ia kelas 6 SD, dan ibunya meninggal saat ia kelas 1 SMK.
  • Tumbuh dalam Keprihatinan: Syifa dibantu oleh kedua kakaknya, salah satunya bekerja sebagai sopir anggota dewan untuk membiayai kehidupannya.
  • Balas Budi: Syifa berjanji, jika ia sukses, orang pertama yang akan ia balas budinya adalah sang kakak, Ari Sobari.
  • Cita-Cita: Syifa bertekad untuk melanjutkan kuliah dan menjadi seorang sarjana akuntansi.