KLARIFIKASI GAJI GUBERNUR DEDI MULYADI | ANGGARAN OPERASIONAL BUKAN UNTUK PRIBADI

Subang – Gubernur Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi mengenai gaji dan tunjangan yang ia terima sebagai Gubernur Jawa Barat. Dalam sebuah kesempatan, KDM menjelaskan bahwa isu tentang gajinya yang sangat besar adalah tidak benar. Ia secara transparan merincikan bagaimana ia mengelola anggaran yang ada, serta mengapa anggaran operasional begitu penting untuk masyarakat.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa gaji dan tunjangan yang ia terima setiap bulan adalah sebesar Rp 8,1 juta. Jumlah ini jauh dari bayangan masyarakat yang menganggap gaji Gubernur sangat besar. Angka ini juga menunjukkan bahwa gajinya tidak jauh berbeda dengan gaji masyarakat pada umumnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa ia tidak pernah menggunakan anggaran yang dialokasikan untuk pakaian dinas dan kendaraan dinas. Ia memilih untuk membeli pakaian dinasnya sendiri dan tidak menggunakan fasilitas kendaraan dinas, sebagai bentuk penghematan dan efisiensi anggaran pemerintah.

KDM juga berhasil menekan anggaran perjalanan dinas. Anggaran yang tadinya mencapai Rp 1,5 miliar per tahun, berhasil ia pangkas menjadi hanya Rp 750 juta, dan di tahun 2025 bahkan menjadi Rp 100 juta. Sampai saat ini, ia hanya menggunakan Rp 74 juta dari anggaran tersebut, menunjukkan komitmennya untuk tidak memboroskan uang rakyat.

Yang menjadi poin utama adalah anggaran operasional Gubernur. Anggaran ini, yang sebesar 0,15% dari pendapatan daerah, mencapai Rp 21,6 miliar per tahun. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa anggaran ini ia gunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, seperti membantu biaya pengobatan, perbaikan sekolah, renovasi rumah warga, dan kegiatan sosial lainnya yang bersifat dadakan dan mendesak.

Ia juga menyatakan bersedia jika anggaran operasional ini dihapus. Namun, ia mengingatkan bahwa hal itu akan berdampak pada kemampuannya untuk memberikan bantuan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan dadakan untuk korban bencana alam atau warga yang sedang dalam kesulitan akan menjadi terhambat jika anggaran tersebut tidak ada.