KENANG MASA SMA BERSAMA КОКОМ | KDM KELILING KELAS – TIBA2 ADA SISWA MENANGIS

Subang – Gubernur Dedi Mulyadi kembali melakukan perjalanan nostalgia ke SMAN Purwadadi, sekolah tempat ia menempuh pendidikan di masa SMA. Kali ini, ia ditemani oleh teman masa mudanya, Eis Komariah atau Kokom. Perjalanan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga momen haru saat Dedi Mulyadi berinteraksi dengan para siswa, salah satunya yang menangis karena teringat kakeknya yang sudah meninggal.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi dan Kokom berkeliling sekolah, mengingat-ingat lokasi kelas, kantin, dan gerbang sekolah yang kini sudah banyak berubah. Dedi Mulyadi menunjukkan lokasi kelas lamanya, yang kini sudah menjadi ruang guru. Mereka juga mengenang beberapa guru mereka, seperti Pak Dalil, guru geografi.

Namun, Dedi Mulyadi tidak hanya bernostalgia. Ia juga mengevaluasi kondisi sekolah. KDM mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti kursi kayu yang sudah tua, pencahayaan yang kurang, dan gorden yang tidak memadai. Ia pun menjanjikan bantuan finansial sebesar Rp 40 juta untuk pemeliharaan dan perbaikan.

Momen haru terjadi saat Dedi Mulyadi berinteraksi dengan salah satu siswa. Ketika KDM mendekat, tiba-tiba siswa itu menangis. Terungkap, siswa tersebut teringat akan mendiang kakeknya yang sangat ingin bertemu dengan Dedi Mulyadi sebelum meninggal dunia.

Dedi Mulyadi dengan hangat menenangkan siswa tersebut. Ia berpesan agar siswa tersebut tidak bersedih, karena sang kakek akan selalu bangga melihat cucunya. KDM juga memberikan semangat kepada siswa tersebut untuk tetap bersemangat dan mengejar cita-citanya.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa di balik sosok pemimpin, Dedi Mulyadi adalah seorang yang penuh empati dan peduli. Ia tidak hanya datang untuk bernostalgia, tetapi juga membawa perubahan dan semangat baru bagi para siswa.

__

  • KENANG MASA SMA BERSAMA KOKOM: Dedi Mulyadi dan Kokom mengunjungi SMAN Purwadadi untuk bernostalgia.
  • KDM KELILING KELAS: KDM mengevaluasi kondisi sekolah dan menjanjikan perbaikan.
  • TIBA-TIBA ADA SISWA MENANGIS: Seorang siswa menangis karena teringat mendiang kakeknya yang ingin bertemu KDM.
  • JANJI KDM: Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan Rp 40 juta untuk perbaikan sekolah.