KDM BERTAHAN DI TERIK MATAHARI | MAHASISWA MINTA PINDAH KE TEMPAT TEDUH
Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengadakan Forum Dialog Terbuka dengan mahasiswa di depan Gedung Sate pada 3 September 2025. Acara ini diselenggarakan sebagai platform resmi bagi mahasiswa dari berbagai universitas untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan tuntutan secara langsung. Namun, sebuah momen tak terduga terjadi ketika para mahasiswa meminta untuk memindahkan lokasi dialog yang semula diadakan di bawah terik matahari, ke tempat yang lebih teduh.
Seorang perwakilan mahasiswa dari Universitas Juanda Bogor menjadi juru bicara. Ia menyampaikan permintaan pindah lokasi karena cuaca yang sangat panas. Ia merasa, dialog tidak bisa berjalan dengan baik dan aspirasi tidak dapat disampaikan secara maksimal jika suasana tidak nyaman. Di tengah terik matahari, suasana terasa lebih mirip seperti orasi atau unjuk rasa, bukan forum diskusi yang santai dan terbuka.
Ia juga menyoroti bahwa banyak orang lain yang hadir di lokasi, termasuk pejabat atau staf, terlihat berteduh di tempat yang teduh dan tidak ikut berpanas-panasan bersama para mahasiswa dan Gubernur.
Dedi Mulyadi menanggapi permintaan tersebut dengan santai. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pihak Pemprov Jabar sudah menyiapkan ruangan ber-AC yang nyaman untuk forum dialog. Namun, ada usulan dari pihak mahasiswa agar acara diadakan di luar, di bawah terik matahari, agar para pejabat bisa “merasakan panasnya” yang dirasakan oleh para mahasiswa dan demonstran saat melakukan aksi di jalanan.
KDM, yang memiliki reputasi sebagai pemimpin yang merakyat, menegaskan bahwa ia tidak masalah dengan lokasi. “Saya tidak masalah mau di tempat panas atau tidak, saya siap mendengarkan semua aspirasi mahasiswa sampai selesai,” ujarnya. Ia kemudian menyerahkan keputusan penuh kepada para mahasiswa.
Para mahasiswa, yang sudah merasa tidak nyaman dengan cuaca, langsung menyambut baik tawaran tersebut. Mereka sepakat untuk melanjutkan dialog di dalam ruangan yang lebih nyaman dan sejuk. Dedi Mulyadi pun mengiyakan dan memindahkan lokasi dialog tersebut.



