KDM KEMBALI PANGKAS PERJALANAN DINAS | BU ELA MENANGIS GEROBAK MIE AYAMNYA HANGUS TERBAKAR
Bandung – Gubernur Dedi Mulyadi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola anggaran dengan bijak. Dalam sebuah langkah berani, KDM memutuskan untuk memangkas anggaran perjalanan dinasnya, dan mengalihkan dana miliaran rupiah tersebut untuk program jaminan sosial bagi pekerja informal di Jawa Barat.
Tindakan ini bermula dari evaluasi anggaran yang dilakukan Dedi Mulyadi. Ia mengungkapkan bahwa anggaran perjalanan dinasnya dalam satu tahun mencapai Rp1,5 miliar, namun ia hanya menggunakannya Rp74 juta dalam tujuh bulan. Angka ini membuktikan bahwa KDM adalah gubernur paling hemat.
Dana sisa sebesar Rp625 juta dari anggaran perjalanan dinas tersebut tidak lantas menguap begitu saja. Dedi Mulyadi memutuskan untuk mengalihkan dana itu untuk kepentingan yang lebih mendesak. Selain itu, ia juga memangkas anggaran pemeliharaan kantor sebesar Rp575 juta, sehingga total dana yang berhasil dihemat mencapai Rp1,1 miliar.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan asuransi kecelakaan kerja bagi para pekerja informal, seperti ojek online (ojol). Ia memperkirakan bahwa dana sebesar itu bisa mencakup hingga 5.000 pekerja.
Tidak hanya itu, KDM juga berhasil menunda proyek pembangunan jogging track senilai Rp3,1 miliar karena dianggap belum menjadi prioritas. Dana yang dihemat dari proyek ini akan digabungkan dengan dana yang telah dialihkan sebelumnya. Totalnya, Dedi Mulyadi berhasil mengumpulkan Rp4,2 miliar untuk program jaminan sosial, yang diperkirakan bisa mencakup hingga 20.000 pekerja informal.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa inilah cara yang benar dalam memimpin. Uang rakyat harus kembali ke rakyat, bukan dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting. Dengan pendekatan ini, KDM membuktikan bahwa anggaran pemerintah bisa digunakan secara efektif untuk kesejahteraan rakyat.
___
- Pemangkasan Anggaran: Dedi Mulyadi memangkas anggaran perjalanan dinasnya dan anggaran pemeliharaan kantor.
- Pengalihan Dana: Dana sebesar Rp1,1 miliar dari hasil penghematan dialihkan untuk jaminan sosial pekerja informal.
- Asuransi Pekerja: Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan asuransi kecelakaan kerja bagi pekerja informal, seperti ojol.
- Total Dana Terkumpul: Dengan menunda proyek jogging track, total dana yang dialokasikan untuk jaminan sosial mencapai Rp4,2 miliar.



