SAPUTANGAN DARI BANDUNG SELATAN – TUTUP KESYAHDUAN PENURUNAN SANG SAKA | NYI HYANG NIKMATI SENJA
Bandung – Langit Bandung sore itu merona jingga, mengiringi momen yang tak kalah khidmat dari upacara pengibaran bendera di pagi hari. Dalam balutan baju serba hitam yang menambah kesan syahdu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berdiri tegap memimpin upacara penurunan Sang Saka Merah Putih. Prosesi ini bukan sekadar ritual kenegaraan, melainkan sebuah penutup hari kemerdekaan yang sarat makna dan emosi.
Prosesi penurunan bendera terasa sangat emosional dan penuh penghormatan. Setiap gerakan tim Paskibraka dilakukan dengan presisi, seolah menghormati setiap tetes keringat dan darah para pahlawan. Sang Saka Merah Putih diturunkan perlahan, diiringi alunan lagu kebangsaan yang membuat suasana kian khidmat. Bendera itu kemudian dilipat dengan hati-hati, sebuah simbol bahwa seluruh kenangan perjuangan tumpah dalam setiap lipatannya.
Suasana semakin mengharu-biru ketika lagu “Sapu Tangan dari Bandung Selatan” mengalun lembut. Lagu ini, yang ditulis oleh komposer legendaris Ismail Marzuki, memiliki makna mendalam tentang semangat juang pemuda Bandung dalam melawan penjajah. Lagu ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih berkat pengorbanan rakyat kecil yang berani berjuang hingga titik darah penghabisan, dengan sapu tangan sebagai simbol ketulusan dan pengorbanan mereka.
Dalam kesyahduan tersebut, Nyi Hyang, putri Gubernur Dedi Mulyadi, terlihat menikmati senja di samping ayahnya. Kehadiran Nyi Hyang memberikan sentuhan personal pada upacara kenegaraan. Ia menyaksikan dengan mata berbinar bagaimana Sang Saka Merah Putih diperlakukan dengan penuh hormat. Momen ini menjadi pelajaran berharga bagi Nyi Hyang, sebuah cara Gubernur Dedi Mulyadi menanamkan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air secara langsung.
Gubernur Dedi Mulyadi menutup acara dengan makna pesan yang tersirat, bahwa merawat kemerdekaan adalah tugas kolektif. Dari kesyahduan senja yang disaksikan oleh Nyi Hyang, hingga pengorbanan yang disimbolkan oleh lagu “Sapu Tangan dari Bandung Selatan,” semuanya menjadi satu kesatuan yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan berjuang demi bangsa yang lebih baik.
__
- Upacara: Upacara penurunan Sang Saka Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di Jawa Barat.
- Simbolisme Lagu: Lagu “Sapu Tangan dari Bandung Selatan” yang ditulis oleh Ismail Marzuki, mengiringi upacara sebagai simbol perjuangan pemuda Bandung melawan penjajah.
- Kehadiran Nyi Hyang: Putri Dedi Mulyadi, Nyi Hyang, hadir dan menikmati suasana senja, menyaksikan upacara penurunan bendera.
- Momen Dedi Mulyadi: Gubernur Dedi Mulyadi memimpin upacara dan menerima bendera dengan penuh hormat dan emosi.
- Pakaian: Dedi Mulyadi terlihat mengenakan baju serba hitam yang menambah kesan khidmat.



