SAAT KDM SAMPAIΚΑΝ ΜΑΚΝΑ PROKLAMASI – NYI HYANG IKATKAN MELATI KE SAKU

Bandung – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung dengan penuh khidmat dan makna. Upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi diwarnai dengan momen-momen menyentuh dan pidato yang berapi-api. Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi tidak hanya membacakan naskah, tetapi juga mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna sejati dari proklamasi kemerdekaan.

Dalam pidatonya, Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan makna proklamasi yang melampaui kebebasan fisik. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat Indonesia memperoleh hak-hak dasar yang tidak dapat dicabut, yaitu hak untuk memiliki tanah, hak untuk menghirup udara bersih, hak untuk menikmati sinar matahari, dan hak untuk mendapatkan air bersih tanpa biaya. Pandangannya ini menekankan bahwa pemerintah harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat.

Gubernur Dedi Mulyadi juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter bangsa. Menggunakan konsep Sunda “Panca Waluya,” ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk menjadi pribadi yang Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (cekatan). Menurutnya, kelima pilar ini adalah fondasi yang kuat untuk membangun Jawa Barat yang maju dan sejahtera. Pidatonya juga secara terbuka meminta maaf atas berbagai kekurangan, seperti masalah biaya sekolah dan kesulitan akses BPJS yang masih dihadapi oleh rakyat.

Acara ini juga menjadi ajang penghargaan bagi mereka yang telah berdedikasi. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras tim pengibar bendera, Dedi Mulyadi memberikan bonus sebesar Rp 150 juta. Hadiah ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas mulia.

Upacara ini tidak hanya dihadiri oleh Gubernur Dedi Mulyadi, tetapi juga oleh berbagai pejabat tinggi. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Katarina Endang Sarwestri membacakan teks Pancasila, sementara Kepala Polda Jawa Barat Rudi Setiawan membacakan Pembukaan UUD 1945. Pembacaan teks proklamasi dilakukan oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa, yang semakin menambah kekhidmatan suasana.

Dedi Mulyadi menutup pidatonya dengan pesan yang kuat, mengajak para pejabat untuk selalu mudah dijangkau oleh masyarakat dan melanjutkan warisan perjuangan para pahlawan. Ia menegaskan bahwa tugas mereka adalah mengabdi sepenuh hati untuk rakyat. Momen-momen simbolis dan pidato yang menyentuh hati menjadikan perayaan kemerdekaan kali ini bukan hanya seremonial, tetapi juga refleksi mendalam tentang makna perjuangan dan pengabdian.

___

  • Peringatan Kemerdekaan: Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan pidato pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.
  • Momen Mengharukan: Putrinya, Nyi Hyang, memasangkan bunga melati di saku jas Dedi Mulyadi.
  • Makna Proklamasi: Dedi Mulyadi menjelaskan makna proklamasi sebagai kebebasan untuk memiliki tanah, udara bersih, sinar matahari, dan air bersih.
  • Pembangunan Karakter: Ia menekankan pentingnya konsep “Panca Waluya” yang terdiri dari Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
  • Bonus Apresiasi: Dedi Mulyadi memberikan bonus sebesar Rp 150 juta kepada tim pengibar bendera.
  • Komitmen Pemerintah: Dedi Mulyadi berjanji untuk mengatasi masalah sosial seperti biaya sekolah dan akses BPJS.