DULU MEREKA BERSETERU DI JALANAN – KINI BERTEMAN | SISWA ASAL OKI TAK MAU PULANG
Kegiatan pembinaan dilakukan terhadap sekelompok remaja dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Karawang, Sumedang, Purwakarta, dan Bogor, yang memiliki latar belakang sebagai pengguna zat adiktif dan pelaku tawuran antar pelajar. Dalam suasana informal namun penuh empati dan ketegasan, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan dialog terbuka dengan para peserta, menggali latar belakang masalah mereka mulai dari konsumsi alkohol, penggunaan tembakau sintetis, hingga keterlibatan dalam perkelahian antar sekolah yang dipicu ejekan di media sosial.
Para remaja mengakui bahwa banyak tindakan mereka dilakukan karena pengaruh lingkungan dan tekanan kelompok. Mereka kini mulai menyadari akibat buruk dari pergaulan negatif tersebut. Beberapa peserta sudah tidak lagi menggunakan narkoba dan bahkan mulai membina hubungan baik dengan “musuh lamanya” karena merasa telah menjadi saudara dalam semangat kebersamaan di Akademi Panca Waluya.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan untuk berhenti tawuran, konsumsi alkohol dan obat-obatan, serta mengajak teman-teman lainnya untuk berubah dan hidup lebih baik. Pembina menjanjikan hadiah-hadiah kecil sebagai bentuk motivasi dan menyemangati mereka untuk menjadi anak-anak berprestasi dan patriotik yang siap membela negara.
Masalah yang Dihadapi Para Remaja:
- Konsumsi minuman alkohol dan tembakau sintetis.
- Keterlibatan dalam tawuran antar sekolah akibat ejekan di media sosial.
- Beberapa berasal dari keluarga dengan ekonomi cukup, tetapi tetap terjerumus dalam pergaulan bebas.
Asal Daerah dan Sekolah yang Terlibat:
- Karawang: SMK Kelari vs SMK Pratama Mulia.
- Sumedang: SMK BPI vs SMK YPGU.
- Majalengka: SMK Maja vs SMA Talaga.
- Purwakarta: SMKN 1 vs anak-anak gang.
- Bogor: SMAN 7 melawan hampir seluruh SMA di kota itu.
- Lainnya dari Cikampek, Lubuk Linggau, dan Nepur (Purwakarta).
Pemicu Tawuran:
- Saling ejek di media sosial (IG, medsos lainnya).
- Tantangan-tantangan virtual yang berujung janjian untuk tawuran.
- Kadang tidak jelas alasannya, hanya karena ikut-ikutan teman.
Jenis Perkelahian:
- Menggunakan batu, celurit, bahkan menyebabkan luka serius (jari buntung, kepala bocor).
- Ada yang hanya jadi logistik (bawa motor), namun tetap terlibat secara mental.
Pemulihan dan Perubahan Sikap:
- Banyak yang mengaku betah di tempat rehabilitasi.
- Tidak ada lagi permusuhan, justru kini saling bersaudara.
- Diberi motivasi untuk berhenti berkelahi dan berhenti menggunakan zat terlarang.
Upaya Preventif:
- Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) berencana menjemput teman-teman yang belum dibawa agar tidak menjadi faktor penarik kembali.
- Disarankan agar sekolah yang terus-menerus terlibat tawuran ditutup jika tidak mampu membina siswanya.
- Akan dilakukan pendataan dan mediasi ke sekolah-sekolah yang disebutkan.
Motivasi dan Dukungan Moral:
- Diberikan makanan kesukaan seperti sate, bakso, martabak, dan nasi uduk.
- Didorong untuk berlatih fisik, baris-berbaris, dan pembinaan mental untuk menjadi prajurit.
- Ditanamkan nilai jiwa korsa dan kebersamaan.



