Tahun Ini 34 Cabang Dispenda Prov Jabar Akan Miliki Mobil Samkel

Demi meningkatkan pelayanan masyarakat khususnya wajib pajak (WP) pajak kendaraan bermotor (PKB), Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat akan menyerahkan satu unit mobil Samsat Keliling (Samkel) kepada 34 Cabang Dispenda.

(Mobil Samkel)

(Mobil Samkel)

Mobil Samling ini adalah program yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Prov Jabar tahun 2015. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Bidang Pendapatan I Dispenda Prov Jabar, Agus Rahmat.

“Mobil Samkel ini sudah masuk dalam perubahan APBD tahun 2015, dan secepatnya akan segera didistribusikan kepada 34 Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan Se – Jabar”, tuturnya.

Sebelumnya, di Jabar telah ada 14 mobil Samling yang beroperasi sejak tahun 2009. Empat mobil Samkel digunakan oleh wilayah Padalarang, Karawang, Cianjur, dan Subang. Sedangkan sisanya, sepuluh mobil digunakan secara bergiliran olah wilayah lain di Jabar.

Jumlah pendapatan dari dari Samkel dari awal tahun hingga akhir tahun 2015 mencapai Rp55 milyar untuk pokok PKB, sedangkan denda PKB mencapai Rp2,2 milyar.

“Dengan adanya mobil Samkel ini, kami harap dapat meningkatkan pelayanan dan kemudahan pembayaran PKB pada masyarakat wajib pajak, yang nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan PAD,” ucap Agus, Rabu (6/1/2016).

 

(Kepala Bidang Pendapatan I, Agus Rahmat)

(Kepala Bidang Pendapatan I, Agus Rahmat)

Disinggung mengenai program Samsat Gendong, Agus mengatakan program tersebut telah berjalan mulai November tahun lalu.

“Kalau Samdong sudah berjalan mulai November tahun lalu, dan setiap 34 CPDP telah memiliknya masing-masing satu. Kami berharap kedepannya setiap CPDP dapat memiliki minimal 3 kendaraan dan perangkat Samdong,” ungkapnya.

Sumbangan pendapatan dari Samdong cukup signifikan pada PAD tahun 2015. Samdong yang mulai beroperasi sejak November 2015 hingga akhir tahun ini menyumbang pendapatan PAD sebesar Rp 9 miliar untuk pokok PKB dan Rp 550 milyar untuk denda PKB.

Gubernur Aher Apresiasi Samsat Ka Bumi

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan apresiasi langkah Tim Pembina Samsat Jawa Barat, Polda Jawa Barat bersama-sama Dispenda Jabar dan Jasa Raharja melalui layanan SAMSAT CEK FISIK KA BUMI, hal itu diungkapkannya dalam launching Tameng Ranmor di Cihampelas Walk, Sabtu (5/9/2015).

Apresiasi itu diberikan oleh Heryawan karena Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Barat dan segenap pihak terkait lainnya yang telah bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Heryawan, layanan itu akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak yang memiliki kendala dalam menghadirkan kendaraannya ke Samsat untuk melakukan cek fisik kendaraan bermotor.

“Cek fisik ini adalag sebagai salah satu tahapan proses registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dalam kepengurusan STNK, BPKB dan TNKB. Tentu akan sangat mempermudah untuk wajib pajak yang terkendala menghadirikan kendaraannya ke Samsat,” kata Heryawan. ***

Penetapan Pajak Kendaraan Bermotor yang Berstatus Sitaan Negara

Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat mengeluarkan peraturan tentang penggunaan kembali kendaraan bermotor yang telah diblokir oleh Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat.  Sesuai Pergub No. 33 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 13 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah untuk Jenis Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB):

  1. Pasal 6 ayat 4: Penetapan PKB sebagai akibat berakhirnya pembekuan/blokir dilaksanakan langsung di Kantor Bersama Samsat di mana Kendaran Bermotor tersebut terdaftar, dengan menunjukkan surat permohonan pencabutan blokir dari Wajib Pajak yang bersangkutan bahwa kendaraan akan dipergunakan kembali, disertai tanda bukti penerimaan surat-surat kendaraaan bermotor yang diketahui oleh kepolisian, Dinas dan PT Jasa Raharja (Persero).

Untuk perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tersebut didasarkan pada tanggal penyerahan kendaraan bermotor tersebut kepada yang berhak (sesuai Berita Acara Penyerahan dari instansi yang berwenang) sampai dengan tanggal akan dilakukan proses mutasi, dan untuk keterlambatannya dikenakan sanksi administratif sebagaimana Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 13 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah untuk Jenis Pungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB):

  1. Pasal 17 ayat 1 Dalam Hal wajib Pajak terlambat melakukan pembayaran pajak sesuai dengan tanggal berakhirnya PKB, dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar 2% (dua persen) per bulan dihitung sejak terutang, dengan ketentuan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan dihitung sejak terutang pajak.

Untuk Pembukaan blokir/proteksi Kendaraan Bermotor tersebut dikoordinasikan dengan PUSLIA.

Wagub Deddy Mizwar Ketahuan Suka Sayur Asem Bumbu Kuning

Rombongan Wagub Deddy Mizwar dikejutkan oleh serombongan keluarga yang tengah berada di area parkir Samsat Bandung Timur, Rabu 22/07. Seorang perempuan setengah baya kemudian menghampiri dan menyapa Wagub, “Bapak dulu waktu syuting di Parung, makan sayur asem kuning masakan ibu saya,” ucap perempuan tersebut. Deddy Mizwar pun tersenyum, dan mengiyakan ucapan ibu tersebut sambil menyalami anggota keluarga yang lain satu per satu.

Perjumpaan yang tidak teragendakan tersebut, menarik banyak perhatian para rombongan sidak berserta para pengunjung Samsat lainnya. Pasalnya, Deddy tidak menyangka akan bertemu dengan keluarga pembuat sayur asem kuning di Samsat Bandung Timur, padahal mereka berasal dari Parung, Bogor.

Usut punya usut pertemuan rombongan keluarga ibu Yoyoh (60) tersebut diawali ketika Deddy Mizwar tengah syuting iklan layanan masyarakat di Parung, Bogor. Di sela istirahat syuting Deddy Mizwar selalu menikmati makan ditemani sayur asem bumbu kuning buatan Bu Yoyoh.

Ibu Yoyoh sekeluarga tidak menyangka akan bertemu dengan Deddy Mizwar, aktor kawakan Indonesia yang menggemari sayur asem bumbu kuning olahannya. Bahkan Deddy pun mengakui bahwa ia menyukai sayur tersebut sudah sejak dari kecil.

“Enggak nyangka ketemu di sini,” ucap Bu Yoyoh antusias.

Bu Yoyoh mengatakan bahwa ia sekeluarga tengah mengantar salah satu anggota keluarganya untuk membayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Bandung Timur, sembari istirahat dari perjalanannya menuju Bogor dari Kuningan.

Mengetahui alasan keberadaan keluarga Bu Yoyoh di Samsat Bandung Timur, Wagub pun berkaca-kaca bangga melihat warganya yang menyempatkan membayar pajak di sela-sela kembali dari mudik lebarannya. Wagub memuji kedisiplinan keluarga Bu Yoyoh untuk membayar pajak kendaraan bermotornya.***

Sidak Ke Samsat Bandung Timur, Wagub Deddy Mizwar Ketahuan Suka Sayur Asem Bumbu Kuning

Rombongan Wagub Deddy Mizwar dikejutkan oleh serombongan keluarga yang tengah berada di area parkir Samsat Bandung Timur, Rabu 22/07. Seorang perempuan setengah baya

kemudian menghampiri dan menyapa Wagub, “Bapak dulu waktu syuting di Parung, makan sayur asem kuning masakan ibu saya,” ucap perempuan tersebut. Deddy Mizwar pun

tersenyum, dan mengiyakan ucapan ibu tersebut sambil menyalami anggota keluarga yang lain satu per satu.

Perjumpaan yang tidak teragendakan tersebut, menarik banyak perhatian para rombongan sidak berserta para pengunjung Samsat lainnya. Pasalnya, Deddy tidak menyangka

akan bertemu dengan keluarga pembuat sayur asem kuning di Samsat Bandung Timur, padahal mereka berasal dari Parung, Bogor.

Usut punya usut pertemuan rombongan keluarga ibu Yoyoh (60) tersebut diawali ketika Deddy Mizwar tengah syuting iklan layanan masyarakat di Parung, Bogor. Di sela

istirahat syuting Deddy Mizwar selalu menikmati makan ditemani sayur asem bumbu kuning buatan Bu Yoyoh.

Ibu Yoyoh sekeluarga tidak menyangka akan bertemu dengan Deddy Mizwar, aktor kawakan Indonesia yang menggemari sayur asem bumbu kuning olahannya. Bahkan Deddy pun

mengakui bahwa ia menyukai sayur tersebut sudah sejak dari kecil.

“Enggak nyangka ketemu di sini,” ucap Bu Yoyoh antusias.

Bu Yoyoh mengatakan bahwa ia sekeluarga tengah mengantar salah satu anggota keluarganya untuk membayar pajak kendaraan bermotor di Samsat Bandung Timur, sembari istirahat dari perjalanannya menuju Bogor dari Kuningan.

Mengetahui alasan keberadaan keluarga Bu Yoyoh di Samsat Bandung Timur, Wagub pun berkaca-kaca bangga melihat warganya yang menyempatkan membayar pajak di sela-sela kembali dari mudik lebarannya. Wagub memuji kedisiplinan keluarga Bu Yoyoh untuk membayar pajak kendaraan bermotornya.***

Wagub Jabar Kunjungi Samsat Bandung Timur

Dalam rangka inspeksi pasca libur lebaran, Wagub Jawa Barat, Deddy Mizwar mengunjungi Samsat Bandung Timur, 22/07. Selama melakukan inspeksi, Wagub Deddy Mizwar ditemani oleh Kadis H. Dadang Suharto, SH, MM. berserta jajaran pejabat Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Kedatangan Wagub Deddy Mizwar adalah untuk mengecek pelayanan Samsat Bandung Timur di hari pertama selepas libur lebaran.  Wagub berharap pelayanan di hari pertama tetap maksimal, bahkan harus semakin prima terlebih kegiatan pemerintahan dimulai setiap bulan Juli hingga menjelang akhir tahun.

Di sela kunjungannya Wagub Deddy menyapa masyarakat yang sedang mengantre di setiap loket pelayanan pajak kendaraan bermotor, bahkan ia terlibat dalam perbincangan singkat dan hangat.***

 

Revitalisasi Gedung Samsat

Sejumlah kantor Samsat di Jawa Barat direvitaliasasi. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraannya.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto mengatakan, gedung samsat yang lebih representatif dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk datang membayar pajak. Selain itu, gedung baru dengan pelayanan yang lebih baik bisa memicu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Agar masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam melakukan kewajibannya dalam membayar pajak maka pelayanan harus ditingkatkan. Makanya,  kita terus berupaya melakukan pembangunan gedung cabang pelayanan dispenda di Jawa Barat,” kata Dadang belum lama ini.

Lanjutnya, Kota Bekasi menjadi daerah pertama yang tahun ini direvitalisasi selain Majalengka, Indramayu, dan Kuningan. Rencananya, peresmian gedung-gedung baru akan dilakukan di Bekasi oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam waktu dekat ini.

“Mudah-mudahan kita dapat resmikan semuanya bersama-sama di Bekasi. Kita akan coba terus tingkatkan pelayanan kita kepada masyarakat dengan adanya paslitas ini (gedung baru),” harap Dadang. ***

DI BEKASI, SEBANYAK 14.000 KENDARAAN BERMOTOR BELUM BAYAR PAJAK

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Bekasi mencatat, hingga akhir Juni 2015 ada sekitar 14.000 kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak lebih dari dua tahun.

Padahal, pihaknya menargetkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp. 1,7 triliun per tahun.

“Tunggakan ini kebanyakan untuk kendaraan roda dua,” kata Kasi Pajak Samsat Kota Bekasi, M Fajar Ginanjar, Sabtu (04/07/2015).

Dia mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar operasi bagi kendaraan yang menunggak pajak. Di Kota Bekasi ada sekitar 1,2 juta kendaraan bermotor.

Operasi yang diberi nama Penertiban Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) ini melibatkan Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bekasi dan pihak terkait lainnya.

“Bagaimana mau tercapai target pemasukan pajak kendaraan, karena saat ini masih ada ribuan yang belum melunasi pajak,” katanya.

Dia berharap, dengan menggelar operasi tersebut mudah-mudahan target pemasukan PKB dapat terealisasi.

Jelang Lebaran Samsat Bogor Semakin Sibuk

Jelang Lebaran pelayanan di Samsat Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami peningkatan. Kesibukan Samsat Kota Bogor, Terhitung selama ramadhan hingga 11 hari menjelang hari raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

“Sebenarnya jumlah wajib pajak setiap bulannya itu sama saja, hanya karena ini mau lebaran yang bayar lebih awal cenderung meningkat,” kata Kepala Unit Registrasi dan Administrasi (Regiden) Samsat Kota Bogor Iptu Dwi Sumanto.

Dikutip dari Antaranews.com, meningkatnya jumlah wajib pajak yang datang membayarkan pajaknya karena banyak yang membayar lebih awal, hingga dapat leluasa menikmati libur panjang lebaran.

“Kebanyakan yang bayar awal itu mereka yang pajaknya jatuh tempo tanggal 17 Juli, sampai 20 an Juli. Karena pelayanan Samsat juga libur saat lebaran,” katanya.

Rata-rata setiap hari jumlah wajib pajak yang datang membayar kewajibannya mencapai ratusan orang. Sejak memasuki minggu ketiga Ramadhan jumlahnya meningkat menjadi 50 persen dari biasanya.

Adanya peningkatan ini, lanjut Iptu Dwi, pihaknya tetap memberikan pelayanan maksimal dengan pengurusan secara cepat sehingga tidak terjadi antrian di loket pendaftaran, pembayaran, pemeriksaan maupun penyerahan berkas.

Meski mengalami peningkatan layanan, Samsat Kota Bogor tidak menambah loket khusus melainkan memaksimalkan petugas dan jam operasional selama Ramadhan.

Kota Bekasi Sambut Bea Balik Nama Kendaraan Gratis

Gratisnya BBNKB di Provinsi Jawa Barat dapat dirasakan oleh para peminik kendaraan bermotor di Kota Bekasi. Masyarakat Bekasi akan menikmati Bea Balik Nama Kendaraan bermotor Gratis mulai 1 Juli hingga 31 Desember 2015 mendatang.

Kasi Pajak Samsat Kota Bekasi, M Fajar Ginanjar mengatakan, ‪”Ketentuan ini mulai diberlakukan pada 1 Juli hingga 31 Desember 2015, BBN yang ditetapkan 0 persen.”

‪Penggratisan BBN tersebut, katanya sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat No 64 tahun 2015 tentang pembebasan pokok dan sanksi administratif bea balik nama kendaraan bermotor.‬

‪Menurut Fajar pembebasan bea balik nama berlaku khusus untuk kendaraan bekas maupun kendaraan dari luar daerah. Masyarakat yang membeli kendaraan seken bisa membalik namakan kendaraannya dengan nama sendiri tanpa dikenakan biaya balik nama.‬

‪Sementara itu, hingga awal Juli 2015, jumlah kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak lebih dari dua tahun sebanyak 14.000 unit.

“Ini kebanyakan untuk kendaraan roda dua,” sebut Fajar, sambil mengatakan dalam waktu dekat juga akan dilakukan operasi bagi mereka yang kendaraannya yang menunggak pajak.‬

‪Operasi yang diberi nama Penertiban Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) pendaftar ulang itu akan melibatkan Polantas, Dispenda dan sejumlah perangkat di bawah kantor Samsat.

“Bagaimana mau tercapai target pemasukan pajak kendaraan, karena saat ini masih ada ribuan yang tidak daftar ulang,” tegas Fajar, sambil mengatakan target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kota Bekasi sebesar Rp 1,7 triliun/per tahun.

Samsat Pangandaran Layani Mutasi Dari Luar Provinsi Dengan Biaya 0 Persen

“Selain kendaraan dari luar provinsi, untuk kendaraan barang atau penumpang juga sama 0 persen,” tutur Asep Sumantri SIP, Kepala Seksi BBNKB Samsat Pangandaran.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Samsat Pangandaran siap melayani BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang berasal dari luar provinsi dengan biaya 0 persen.

Asep mengatakan aturan tersebut sesuai dengan Pergub No: 64 Tahun 2015 tentang pemberian pembebasan bea BBNKB. “Pergub tersebut baru diterapkan, memang secara fisik belum diterima tetapi kita siap melaksanakannya,” kata dia.

Dikatakannya, Perbup No 64 tahun 2015 berlaku sejak tanggal 31 Juni hingga 31 Desember. “Jangka waktunya terbatas hanya sekitar enam bulan, setelah selesai kembali ke semula,” tuturnya.

Lanjut Asep, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan BBN karena saat ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh gubernur melalu Pergub. “Sekarang mumpung ada program, waktunya tidak lama jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” sambungnya.

Sementara itu, Asep Soehara, Kepala UPTD Kantor Samsat Wilayah Pangandaran mengatakan pergub tersebut dikeluarkan untutk memberikan kesempatan dan keringan kepada masyarakat dalam mengurus surat-surat kendaraan. “Pergub tersebut dikeluarkan juga dalam rangka  meningkatkan pendapatan dari pajak kendaraan.