KELUCUAN KDM SAAT MENARI | PECUT PETARUNG DENGAN SENJATA TRADISI MENYAKITKAN

Dalam rangkaian kunjungan budayanya ke Nusa Tenggara Timur, tokoh nasional Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghadiri pertunjukan seni tradisional di Kampung Kaper, Labuan Bajo. Kehadiran KDM disambut meriah oleh masyarakat setempat dan para pegiat seni dari Sanggar Kope Oles Todo Jaga yang menyuguhkan dua atraksi budaya ikonik Manggarai: Tarian Caci dan Permainan Rangku Alu.

Uji Ketangkasan dan Sportivitas melalui Tarian Caci

KDM berkesempatan memberikan “pukulan kehormatan” (Satu Kalus) untuk membuka pertunjukan Tarian Caci. Tarian ini merupakan seni bela diri tradisional Manggarai yang melambangkan sportivitas dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen. Dalam atraksi ini, para petarung saling berhadapan menggunakan pecut perisai dengan penuh teknik dan keberanian. KDM tampak antusias mengikuti gerakan dasar tarian sebelum melakukan pukulan simbolis di area pertunjukan.

Keceriaan dalam Permainan Rangku Alu

Setelah suasana menegangkan dari Tarian Caci, KDM beserta rombongan diajak untuk mencoba permainan Rangku Alu. Permainan yang menggunakan bilah-bilah bambu yang digerakkan secara ritmis ini menguji ketangkasan dan konsentrasi. Suasana berubah menjadi penuh gelak tawa saat KDM mencoba melompati sela-sela bambu tersebut, menunjukkan keakraban antara tamu dan warga lokal. Tradisinya, Rangku Alu sering dimainkan muda-mudi saat bulan purnama sebagai ajang pertemuan sosial dan ungkapan kegembiraan.

Pesan Persatuan dan Dukungan Ekonomi Lokal

Dalam sambutannya, Kang Dedi Mulyadi menekankan bahwa kunjungan ini merupakan simbol bahwa seluruh rakyat Indonesia adalah bersaudara. Beliau menyampaikan kekagumannya atas ketangguhan, keikhlasan, dan kesabaran masyarakat Flores, terutama para perajin tenun yang menjaga warisan leluhur.

Selain menikmati seni pertunjukan, KDM juga memberikan dukungan nyata terhadap UMKM setempat dengan mencicipi “Sari Toga” (jamu tradisional khas Manggarai) dan membeli produk-produk kerajinan lokal seperti kain tenun sebagai bentuk apresiasi terhadap kemandirian ekonomi warga Kampung Kaper.

“Pertemuan hari ini adalah pertanda bahwa kita semua bersaudara. Satu tanah, satu air, satu Indonesia,” ujar KDM di hadapan masyarakat adat dan anggota sanggar.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=hmuwUJAMSeU