Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Menangis di Cirebon, Soroti Nasib Perempuan Korban TPPO dan Moralitas Remaja

CIREBON – Gubernur Jawa Barat periode, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan kunjungan yang emosional ke Kabupaten Cirebon. Dalam sebuah acara pertemuan dengan warga “Wong Cirebon”, Gubernur Dedi tak kuasa menahan air mata saat merefleksikan tanggung jawabnya sebagai pemimpin di tengah maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa warga Jawa Barat.

Selain membahas isu kemanusiaan, KDM juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik moral anak-anak demi masa depan Jawa Barat yang lebih baik.

Tangisan Pemimpin: Antara Kelaparan dan Korban TPPO

Dalam orasinya, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengurung diri dan menangis setelah melihat sosok di media sosial yang hidup penuh keyakinan tanpa rasa takut. Ia merasa kecil sebagai pemimpin jika dibandingkan dengan sosok tersebut yang fokus pada kaum miskin dan anak yatim.

Tangisan Dedi juga dipicu oleh banyaknya laporan anak perempuan asal Jawa Barat yang menjadi korban TPPO di luar negeri. Ia menyebut ada warga Cirebon yang saat ini terperangkap di Cina dan sedang dalam proses penjemputan.

“Saya nangis berkali-kali… kok aku ini enggak ada apa-apanya dibanding dia. Hari ini saya banyak sekali dihubungi oleh anak perempuan Jawa Barat yang korban TPPO. Ada yang disiksa, ada yang dikasih makan hanya sekali sehari,” ujar Dedi dengan nada bergetar.

Ia menegaskan bahwa fenomena warga yang terpaksa menjual diri atau tertipu janji palsu ke luar negeri adalah kegagalan pemimpin dalam memberikan kesejahteraan. “Kalau di Jawa Barat banyak orang karena laparnya menjual diri, itu gubernurnya belum bisa memberikan makan yang kenyang bagi rakyat,” tegasnya.

Komitmen Anggaran: Potong Dana Dinas demi Sekolah dan Listrik

Gubernur Dedi Mulyadi memaparkan kebijakan ekstremnya dalam mengelola APBD Jawa Barat. Ia menginstruksikan pemotongan besar-besaran pada anggaran perjalanan dinas dan biaya seremonial di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Anggaran tersebut dialihkan untuk program-program yang menyentuh langsung rakyat miskin, seperti beasiswa sekolah hingga jenjang SMA (termasuk sepatu, tas, dan buku), pembangunan rumah layak huni, serta pemasangan listrik gratis bagi ratusan ribu kepala keluarga.

“Manajemennya adalah, sebagai gubernur kalau ingin rakyatnya berhasil, maka pemimpinnya minimal diri saya harus mau lapar, harus mau mengurangi perjalanan dinasnya. Anggaran perjalanan dinas saya potong seluruhnya,” kata Dedi.

Pesan untuk Ibu-Ibu: Jangan Manjakan Anak dengan Hawa Nafsu

Di hadapan para ibu yang hadir, KDM memberikan pesan kuat mengenai pola asuh anak. Ia merasa prihatin dengan maraknya tawuran dan geng motor di wilayah Cirebon yang sering kali dipicu oleh anak-anak yang terlalu dimanja secara materi namun minim pendidikan moral.

Dedi meminta para ibu untuk lebih tegas dan tidak menuruti keinginan anak yang melampaui kemampuan ekonomi, seperti tuntutan ponsel mahal atau motor jika hanya berujung pada gaya hidup yang salah.

“Lebih baik anaknya banjir air mata menangis meminta motor, meminta handphone, daripada dia tertawa tapi ibunya menderita utang di mana-mana,” ucap Dedi.

Ia juga mengajak kaum ibu untuk “berpuasa” dan mendoakan kesuksesan anak-anaknya. Dedi menceritakan kisah ibunya sendiri yang tidak bisa baca tulis namun mampu membesarkan sembilan anak hingga sukses melalui jalur tirakat dan doa.

Perangi Peredaran Miras dan Narkoba

Menutup kunjungannya, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan peringatan keras kepada para penjual minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang seperti Eksimer di Cirebon. Ia menganggap mereka sebagai musuh yang merusak masa depan generasi muda.

“Hei para penjual minuman keras, hei para penjual Eksimer yang engkau rela menghabisi masa depan anak-anak Jawa Barat demi kekayaanmu… saya katakan Anda adalah musuhnya saya,” pungkasnya dengan tegas disambut dukungan warga.

KDM meminta Bupati Cirebon Imron Rosyadi dan unsur Muspida untuk terus berkoordinasi membersihkan peredaran barang haram tersebut agar “Wong Cirebon” tidak kehilangan generasi masa depannya akibat kecanduan dan kriminalitas jalanan.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=IGQWc3mjOjY