Setahun Memimpin Jawa Barat: KDM Siapkan Sewa Heli untuk Pasien Darurat dan Apresiasi Kinerja ASN

SUBANG – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melontarkan gagasan revolusioner untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah terpencil. KDM berencana menyewa helikopter secara khusus guna menangani pasien darurat dan memfasilitasi mobilitas dokter spesialis ke daerah pelosok, seperti Jampang Kulon dan Pameungpeuk.

Pernyataan tersebut disampaikan KDM dalam rangkaian pertemuan dengan jajaran tenaga medis dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diunggah melalui kanal YouTube Lembur Pakuan pada Sabtu (21/2/2026).

Heli untuk Medis: Solusi Cepat di Daerah Terpencil

KDM menyoroti sulitnya akses kesehatan di wilayah Jabar Selatan, di mana warga seringkali harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan rujukan. Sebagai solusi, ia menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan skema sewa helikopter tahunan yang bersifat on call.

“Saya ingin ada sewa heli setahun untuk antar jemput dokter spesialis dan mengangkut pasien darurat yang harus segera dirujuk ke rumah sakit besar. Helipad-nya sudah ada, tinggal dioptimalkan,” ujar KDM dalam dialognya dengan Direktur RSUD Jampang Kulon.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi nyawa warga. Selain itu, fasilitas heli diharapkan menjadi daya tarik bagi dokter spesialis agar mau bertugas di daerah terpencil karena akses transportasi yang lebih cepat dan modern.

Pengembangan RSUD Jampang Kulon dan Formasi ASN Khusus

Tahun ini, Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 49 miliar untuk penambahan ruang layanan di RSUD Jampang Kulon guna mengatasi kelebihan kapasitas pasien. KDM juga mencetuskan kebijakan “Formasi Khusus Jawa Barat” untuk mengangkat dokter spesialis dan paramedis yang telah lama mengabdi di daerah tertentu menjadi ASN tanpa melalui prosedur rumit pusat.

“Kita buat aturan versi Jawa Barat. Siapa yang mau menetap dan mengabdi di daerah pelosok seperti Jampang atau Pameungpeuk, kita prioritaskan jadi ASN dengan kontrak penempatan di situ,” tegasnya.

Apresiasi Kepuasan Publik 95,5%

Dalam pidatonya di hadapan para pejabat teknis (PPK/PA), KDM menyampaikan rasa terima kasih atas capaian tingkat kepuasan publik terhadap pembangunan Jabar yang mencapai 95,5%. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut adalah buah kerja keras para ASN di lapangan, terutama dalam urusan infrastruktur jalan, drainase, dan kesehatan.

“Kepuasan publik itu bukan pekerjaan saya, tapi pekerjaan Bapak dan Ibu semua yang kehilangan waktu bersama keluarga demi mengawasi proyek dan melayani rakyat. Saya hanya penumpang sementara yang diberi mandat 5 tahun,” kata KDM dengan nada rendah hati.

Target 2026: Listrik Mandiri dan Sanitasi Tuntas

Menghadapi tahun anggaran 2026, KDM mematok target agar tidak ada lagi warga Jawa Barat yang “nyolok” listrik ke tetangga. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk meminjam dana ke perbankan demi memastikan seluruh warga miskin memiliki akses listrik mandiri dalam lima tahun masa jabatannya.

Selain listrik, fokus utama lainnya adalah penanganan penyakit TBC dan lepra melalui program bedah rumah dan perbaikan sanitasi (MCK). Menurutnya, menyelesaikan penyakit tersebut bukan hanya soal obat, melainkan soal membenahi lingkungan tempat tinggal rakyat.

KDM menutup arahannya dengan pesan agar seluruh ASN tetap semangat membangun meski di tengah tekanan fiskal, dengan prinsip tidak meninggalkan hutang bagi kepemimpinan Jawa Barat di masa depan.

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HXvxL5S6H-s