Pembangunan SMA–SMK di Karawang Ditunda 2026, Gubernur Jabar: Lokasi Rawan Banjir dan Areal Sawah
Karawang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan menunda pembangunan SMA dan SMK di Kabupaten Karawang pada tahun 2026 . Penundaan dilakukan karena lahan yang direncanakan untuk pembangunan sekolah berada di kawasan persawahan dan memiliki potensi bencana banjir .
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil demi mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta keberlanjutan lingkungan . Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh dilakukan di wilayah yang berisiko bencana.
“Pembangunan SMA dan SMK di Karawang kami tunda karena areal tanahnya merupakan lahan persawahan dan berpotensi banjir. Kami menunggu hingga tersedia lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan, penundaan ini bukan pembatalan , melainkan bagian dari kehati-hatian pemerintah dalam perencanaan pembangunan. Pemprov Jawa Barat berkomitmen memastikan lokasi sekolah aman, layak, dan mendukung proses belajar mengajar secara optimal .
Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karawang , termasuk dengan bupati setempat, untuk mencari dan menetapkan alternatif lahan yang lebih sesuai.
“Dalam waktu dekat kami akan berbicara dengan Bupati untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman, dan terjangkau oleh para siswa yang akan menjadi peserta didik di sekolah tersebut,” katanya.
Dedi Mulyadi berharap, dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah, pembangunan SMA dan SMK di Karawang dapat segera direalisasikan di lokasi yang bebas risiko bencana serta mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.
sumber: https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7600993977386519816



