INI LANGKAH KDM – UNTUK MENANGANI MASALAH MENAHUN DI KAKI GUNUNG CIREMAI
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, mengambil langkah tegas dalam menuntaskan persoalan sumber daya alam yang telah membebani warga di kaki Gunung Ciremai selama bertahun-tahun. Dalam pernyataan resminya, KDM menegaskan bahwa Gunung Ciremai sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat harus diposisikan kembali sebagai penyangga kehidupan utama, di mana kebutuhan air bagi masyarakat lokal dan sektor pertanian wajib berada di atas segala kepentingan komersial lainnya.
Ia menginstruksikan penghentian segera terhadap segala bentuk komersialisasi air ilegal dan penggunaan mesin sedot air tanpa kajian, mengingat dampaknya telah mengakibatkan puluhan hektar sawah warga mengalami kekeringan kronis.
Sebagai solusi konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mengambil alih tanggung jawab pembiayaan infrastruktur air bersih melalui alokasi APBD. KDM memerintahkan Dinas Perkim dan PSDA untuk melakukan identifikasi langsung ke desa-desa di wilayah Kuningan, Cirebon, dan Majalengka guna memastikan setiap rumah tangga mendapatkan akses air bersih yang memadai.
Langkah ini dibarengi dengan instruksi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menata ulang distribusi air dengan memberikan hak prioritas kepada petani lokal, sehingga tidak ada lagi volume air yang dikurangi demi kepentingan profit sektor swasta yang merugikan kedaulatan pangan desa.
Dalam aspek pelestarian hutan, KDM menyoroti adanya ketimpangan antara izin pengelolaan lahan dengan fakta pemanfaatan di lapangan oleh pengelola wisata maupun koperasi. Ia menemukan indikasi manipulatif di mana luasan lahan yang digunakan seringkali jauh melampaui batas izin resmi yang diberikan oleh pihak Taman Nasional.
Untuk itu, KDM menuntut penertiban tegas dan pengembalian fungsi lahan tersebut menjadi hutan lindung. Strategi penghijauan pun akan diubah dengan melibatkan masyarakat sebagai tenaga perawat hutan yang digaji, menggunakan skema penanaman perpaduan antara pohon hutan dan pohon buah berkualitas unggul guna memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Menutup keterangannya, KDM menekankan bahwa pemerintah tidak boleh lagi mengejar keuntungan finansial dari pengelolaan Gunung Ciremai. Baginya, keuntungan sejati negara adalah terjaganya pasokan oksigen, ketersediaan air murni, dan hilangnya risiko bencana banjir serta longsor yang selama ini menelan biaya pemulihan yang sangat besar.
Dengan tegas ia memperingatkan seluruh pihak agar tidak mengkapling-kapling alam untuk kepentingan pribadi, dan mengajak masyarakat untuk kembali pada tradisi menjaga gunung demi keselamatan generasi masa depan Jawa Barat.
sumber: https://www.youtube.com/watch?v=0gTOSO08SfA



