Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Bantuan Warga Terdampak Penutupan Tambang Tetap Dibayar, 13 Ribu KK Cair Tahun Depan
Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menuntaskan pembayaran bantuan kepada warga terdampak penutupan tambang, meskipun sempat terjadi penundaan akibat perubahan dan penambahan data penerima.
Menanggapi berbagai aksi protes dan tudingan yang mengaitkan kebijakan tersebut dengan pencitraan, Dedi menyatakan dirinya memahami sepenuhnya persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data pengajuan dari desa-desa terdampak penutupan tambang, jumlah warga yang tercatat awalnya mencapai sekitar 9.000 orang.
“Dari 9.000 data yang masuk, sebanyak 3.000 orang sudah dibayarkan, dan 6.000 sisanya sebenarnya akan kami bayarkan,” ujar Dedi.
Namun, dalam proses berjalan, muncul data susulan dari wilayah yang sama dengan jumlah kembali mencapai sekitar 9.000 orang. Kondisi ini membuat total data penerima membengkak, sementara alokasi anggaran awal disiapkan hanya untuk 9.000 warga.
Akibat adanya tambahan data tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan menunda pembayaran lanjutan. Keputusan ini, menurut Dedi, diambil atas permintaan jajaran pemerintah di wilayah terdampak guna menghindari potensi konflik sosial.
“Kalau dibagikan sebagian-sebagian, dikhawatirkan akan memicu keributan di masyarakat. Karena itu, kami sepakat menunda dan membayarkannya sekaligus,” jelasnya.
Dengan penyesuaian tersebut, total penerima bantuan kini tercatat sebanyak 16.000 orang. Dari jumlah tersebut, 3.000 kepala keluarga telah menerima pembayaran, sementara sisanya sebanyak 13.000 kepala keluarga akan dibayarkan secara penuh pada tahun anggaran berikutnya.
Dedi menegaskan bahwa penundaan tersebut bukan berarti pembatalan, melainkan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keadilan di tengah masyarakat terdampak penutupan tambang.
“Sisanya, 13.000 kepala keluarga, akan kami bayarkan tahun depan,” tegasnya.
Mengakhiri penjelasannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan dan kekurangan dalam proses penyaluran bantuan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran masyarakat serta mendoakan agar seluruh warga senantiasa diberikan kesehatan.
“Terima kasih, mohon maaf atas kekurangan kami. Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat walafiat,” pungkasnya.
sumber : https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7589819389101313298



