DARKIMAN – PENYIRAM KDM TERNYATA AHLI SEDEKAH | MERTUANYA ALAMI KEBUTAAN
Kegiatan pembangunan infrastruktur di ruas Jalan Majalengka–Talaga, Jawa Barat, yang tidak hanya fokus pada pengaspalan jalan tetapi juga memperhatikan saluran air dan potensi bencana longsor. Beberapa proyek drainase dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dilaksanakan di beberapa titik dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai puluhan orang. Harapannya, seluruh proyek dapat selesai tepat waktu demi kenyamanan masyarakat.
Selain menyampaikan pembangunan, Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan interaksi personal dan humanis dengan sepasang suami istri. Pasangan ini menerima bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta dan berdiskusi bersama Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengenai pengelolaan dana secara bijak. Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan nasihat tentang prioritas tanggung jawab kepada anak dan istri, pentingnya perencanaan keuangan, serta memberi ruang untuk berbagi kepada yatim piatu dan fakir miskin. Dialog tersebut menyentuh aspek keikhlasan, empati, dan nilai-nilai kehidupan rumah tangga.
Pembangunan Infrastruktur
Saluran Drainase:
- – Lokasi: Ruas Jalan Majalengka–Talaga.
- – Panjang: 200 meter.
- – Nilai kontrak: Rp431.998.924,48.
- – Tenaga kerja: 10 orang.
- – Durasi pekerjaan: 120 hari.
- – Tujuan: Mencegah genangan dan melancarkan aliran air.
Tembok Penahan Tanah (TPT):
Titik 1:
- – Lokasi: KMCN 71+000, panjang 35 meter.
- – Nilai kontrak: Rp1.429.463.876,38.
- – Tenaga kerja: 20 orang.
- – Durasi: 120 hari.
Titik 2:
- – Lokasi: KMCN 69+800, panjang 21 meter.
- – Nilai kontrak: Rp727.325.465,87.
- – Tenaga kerja: 20 orang.
- – Durasi: 150 hari.
Titik 3:
- – Lokasi: KMCN 64+450, panjang 45 meter.
- – Nilai kontrak: Rp397.186.387,19.
- – Tenaga kerja: 20 orang.
- – Durasi: 150 hari.
Interaksi Sosial dan Kemanusiaan
Penerima bantuan:
- – Sepasang suami istri, berasal dari Cianjur.
- – Suami dikenal dermawan dan ringan tangan (dalam arti positif).
- – Istri menderita penyakit gula, sedang menjalani pengobatan.
Dana Bantuan Rp10 Juta diarahkan untuk:
- – Kontrakan rumah selama 1 tahun: Rp3.600.000.
- – Kiriman untuk orang tua di Cianjur: Rp500.000.
- – Kiriman untuk anak (kelas 5 SD): Rp2.000.000 + simpanan biaya masuk SMP.
- – Untuk istri: Rp2.000.000.
- – Bantuan untuk anak yatim dan jompo: Rp1.000.000.
- – Dana darurat/makan bersama: Rp900.000.
Nasihat Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM) :
- – Prioritaskan kebutuhan anak dan istri terlebih dahulu.
- – Berbagi boleh, tapi harus sesuai kemampuan.
- – Keuangan harus sistemik dan tidak impulsif.
- – Obat herbal bisa diminum jika gula darah sudah diperiksa dulu.
- – Pendidikan anak harus direncanakan, termasuk tabungan untuk jenjang berikutnya.
Nilai-Nilai Sosial yang Disampaikan:
- – Empati terhadap keluarga dan orang tua (mertua tuna netra dan ibu petani).
- – Dermawan kepada orang miskin dan anak yatim.
- – Amanah dan tanggung jawab dalam mengelola bantuan.
- – Peran suami sebagai kepala keluarga yang harus bijak dan memimpin dengan tanggung jawab.
Respon Emosional:
- – Penerima bantuan merasa sangat tersentuh, menilai KDM sebagai orang paling bijak yang pernah mereka temui.
- – Pengalaman memberi kepada anak yatim dan jompo menjadi kebanggaan moral tersendiri.